51 Saham Masuk Daftar HSC, Masih Layak Dikoleksi Investor Ritel?

Have anything to say about this article?

You can report: fake news, misinformation, error, more information, additional data, etc.

Comment
Cancel
Your comment has been sent successfuly! Thank you.
Kompas Indonesia 3h

51 Saham Masuk Daftar HSC, Masih Layak Dikoleksi Investor Ritel?

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memperluas saham yang menjadi “penghuni” high shareholding concentration (HSC) atau konsentrasi kepemilikan tinggi menjadi 51 emiten, setelah menambahkan 37 saham baru. Hal itu memunculkan pertanyaan di kalangan investor ritel, apakah saham-saham »»»

money.kompas.com
Detik Indonesia 26.05. 05:38

Anak Usaha Telkom Bakal Dipangkas dari 67 Jadi 19!

Jakarta - Badan Pengaturan (BP) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bersama Danantara Indonesia berencana mempercepat proses streamlining (perampingan) Telkom Group dengan memangkas 67 anak usaha menjadi 19 entitas pada akhir 2026. Tujuannya guna memperkuat peran perseroan sebagai strategic holding dig»»»

finance.detik.com
IDX Channel Indonesia 25.05. 16:49

RUPST, CBRE Kantongi Persetujuan Pemegang Saham Terkait Rights Issue

CBRE menargetkan penghimpunan dana hingga sekitar Rp1,91 triliun melalui penerbitan maksimal 12,76 miliar saham baru. IDXChannel - PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) memperoleh persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Senin (25/5/2026). Sa»»»

idxchannel.com
Antara Indonesia 25.05. 11:05

BEI dorong perusahaan sektor ekonomi kreatif gelar IPO di pasar modal

Dengan bertumbuhnya ekonomi kreatif bagian dari perusahaan tercatat di Indonesia, tentu akan membuat portofolio industri di pasar modal kita akan lebih beragamJakarta (ANTARA) - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mendorong perusahaan-perusahaan di sektor ekonomi kreatif untuk menggelar Initial Public Of»»»

antaranews.com
CNN Indonesia Indonesia 25.05. 07:01

Bos BEI Respons soal 4 Saham RI Didepak FTSE Russell

Bursa Efek Indonesia (BEI) merespons soal keputusan FTSE Russell yang mengeluarkan empat saham emiten Indonesia dari indeks FTSE Global Equity Index Series (GEIS). Penjabat sementara (Pjs) Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menilai pengeluaran saham ini dilakukan sebagai konsekuensi jangka pendek d»»»

cnnindonesia.com
Have anything to say about this article?

You can report: fake news, misinformation, error, more information, additional data, etc.

Comment
Cancel
Your comment has been sent successfuly! Thank you.