13 Korporasi Jadi Tersangka Karhutla, Luas Lahan Terbakar 29.534 Ha
Have anything to say about this article?
You can report: fake news, misinformation, error, more information, additional data, etc.
CommentYour comment has been sent successfuly! Thank you.
13 Korporasi Jadi Tersangka Karhutla, Luas Lahan Terbakar 29.534 Ha
Kapolri Suyudi Ario Seto melaporkan 13 korporasi telah ditetapkan sebagai tersangka kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan luas lahan terbakar dalam penanganan perkara korporasi mencapai 29.534,99 hektare. Berdasarkan laporan penegakan hukum per 20 Oktober 2026 pukul 18.00 WIB, Polri men»»»
Kapolri ungkap 243 orang dan 13 korporasi jadi tersangka karhutla
Jakarta (ANTARA) - Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Pol Suyudi Ario Seto mengungkapkan sebanyak 243 orang dan 13 korporasi menjadi tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hal tersebut dilaporkan Jenderal Suyudi kepada Presiden Prabowo Subianto pada »»»
Kapolri Beberkan Data Perorangan dan Korporasi Terseret Kebakaran Hutan
Liputan6.com, Jakarta - Kapolri Jenderal Pol Suyudi Ario Seto mengungkapkan areal kebakaran hutan yang melibatkan perorangan dan korporasi telah mencapai lebih dari 35.390 hektare, di mana total ada 243 orang dan 13 korporasi telah ditetapkan sebagai tersangka. Dalam paparannya, terkait dengan pero»»»
243 Orang dan 13 Korporasi Jadi Tersangka Karhutla, Ada Asing
243 Orang dan 13 Korporasi Jadi Tersangka Karhutla, Ada Asing23 Oct 2026, 17:02 WIB3 min readMuhammad Ilman NafianNewsChannelAdd Us on GooglePelantikan Komjen Pol Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026). (Youtube/Sekretariat Presiden) Intinya SihTimeline5W1HGin»»»
Kapolri Sebut Konsesi 11 Korporasi Penyebab Karhutla Tembus 200.000 Ha
Jakarta, CNBC Indonesia - Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto melaporkan penegakan hukum yang dilakukan Polri terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kepada Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Merdeka, Jakarat, Rabu (21/10»»»
Have anything to say about this article?
You can report: fake news, misinformation, error, more information, additional data, etc.
Comment