Lebih Banyak Kapal Bermuatan Jagung Tinggalkan Pelabuhan Ukraina

Have anything to say about this article?

You can report: fake news, misinformation, error, more information, additional data, etc.

Comment
Cancel
Your comment has been sent successfuly! Thank you.
VOA Indonesia Indonesia 06.08. 01:56

Lebih Banyak Kapal Bermuatan Jagung Tinggalkan Pelabuhan Ukraina

Tiga kapal lagi yang bermuatan ribuan ton jagung meninggalkan pelabuhan Ukraina Jumat. Ini menandakan persetujuan yang mengizinkan ekspor biji-bijian Ukraina berhasil dilaksanakan sejak invasi Rusia ke negara tetangganya pada Februari. Tujuan ketiga kapal itu adalah Irlandia, Inggris, dan Turki. Se»»»

voaindonesia.com
Sindo News Indonesia 10.11.2021. 11:22

Pascaserangan ke Etnis Tigray, 16 Staf PBB Ditahan di Ethiopia

NEW YORK - PBB mengatakan setidaknya 16 staf lokalnya di Ethiopia ditahan setelah serangan pemerintah yang menargetkan pemberontak etnis Tigray . Ini terjadi di tengah desakan sejumlah negara untuk mengakhiri perang selama setahun di negara itu.Penahanan di Addis Ababa mengikuti deklarasi keadaan d»»»

international.sindonews.com
Republika Online Indonesia 05.09.2021. 04:43

PBB akan Kumpulkan Dana Atasi Krisis Kemanusiaan Afghanistan

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Kepala PBB akan menggelar pertemuan tingkat menteri di Jenewa pada 13 September mendatang dengan agenda percepatan pengumpulan dana untuk mengatasi krisis kemanusiaan yang kian memburuk di Afghanistan. Rencana tersebut diumumkan juru bicara PBB Stephane Dujarric, Sabtu »»»

republika.co.id
CNN Indonesia Indonesia 01.03.2021. 04:03

Diplomat Myanmar di PBB Bakal Terus Berjuang Usai Dipecat

Duta Besar Myanmar untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Kyaw Moe Tun, menyatakan bakal terus memperjuangkan aspirasi rakyat yang menentang kudeta usai dipecat. Dia menyatakan hal itu setelah dipecat oleh pemerintah Myanmar karena mendukung aksi demonstrasi dan menolak pengambilalihan kekuasaan o»»»

cnnindonesia.com
Detik Indonesia 28.02.2021. 23:21

Aksi Dubes Myanmar untuk PBB Lawan Kudeta Usai Dipecat Junta

New York - Duta Besar (Dubes) Myanmar untuk Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), Kyaw Moe Tun, angkat bicara untuk terus melawan militer setelah kudeta 1 Februari mengubah demokrasi di negara itu. Seperti dilansir Reuters, Minggu (28/2/2021) aksi beraninya itu membuat Tun harus dipecat dari jabatannya»»»

news.detik.com
Have anything to say about this article?

You can report: fake news, misinformation, error, more information, additional data, etc.

Comment
Cancel
Your comment has been sent successfuly! Thank you.